AROMA DAN KENANGAN
Pernahkah anda tiba-tiba mengingat masa kecil anda saat mencium aroma sampah yang dibakar? aroma bawang yang ditumis? aroma sabun cuci tertentu? Bau tanah yang basah saat hujan? atau bau parfum? Mengapa aroma dapat membangkitkan ingatan kita secara tiba-tiba? Bahkan bisa mempengaruhi emosi kita, entah aroma tersebut membawa kenangan indah atau kenangan buruk, semua seperti kaset yang diputar.
Bagian tubuh yang bertanggung jawab pada
hal tersebut adalah otak kita. Dalam makalah yang dimuat dalam Jurnal Cerebral
Cortex, seperti yang dikutip pada harian kompas (Rabu, 27/12/2017), peneliti
menjelaskan bagaimana kenangan terhadap aroma dapat terekam dalam memori jangka
panjang di otak. Itulah sebabnya, saat kita mencium aroma tertentu, hal
tersebut dapat memicu ingatan kita pada suatu hal.
Bagian
otak yang berfungsi sebagai penyimpanan memori, salah satunya adalah korteks piriform.
Korteks piriform adalah bagian dari rhinencephalon yang terletak di otak, yang
berfungsi memberi persepsi penciuman. Korteks piriform yang berinteraksi dengan
area otak lain, menghasilkan plastisitas sinaptik atau proses stimulasi buatan
dan menyimpan kenangan pada otak.
Berkaitan dengan ingatan dan kenangan,
Marcel Proust (1871-1922), seorang novelis asal Prancis, adalah orang pertama
yang menciptakan istilah ‘ingatan tak sadar’, seperti yang dikutip dalam
wikipedia (Senin, 31/05/2021 11:31), dalam novelnya À la recherche du Temps Perdu (In
Search of Lost Time/Remembrance of ThingsPast). Proust yang tidak memiliki
latar belakang psikologi ini, memandang bahwa ingatan yang tidak disengaja
adalah ‘esensi dari masa lalu’, yaitu ingatan dapat dipicu oleh adanya sensasi yang terjadi dalam diri
seseorang. Ketika protagonis dalam novelnya memakan kue madeleine yang
dicelupkan ke dalam teh, kenangan masa kecil yang sudah terlupakan tentang
makan kue yang direndam teh bersama bibinya dipulihkan dalam ingatannya. Dari
ingatan tersebut, dia lalu mengingat kembali rumah masa kecilnya, dan bahkan
kota itu sendiri. Inilah yang menjadi tema dalam novel karya Proust tersebut.
Sensasi yang memicu ingatan tersebut itulah yang disebut Proust sebagai
‘ingatan tak sadar’.
Meskipun, pada novel Proust, tokoh utama
mengingat masa lalu karena merasakan kue yang dicelup teh, namun tak sedikit
orang yang menganggap ingatan yang disebabkan oleh aroma, sebagai “Proustian Phenomenon”,
meskipun belum ada penelitian yang secara ilmiah menegaskan tentang fenomena
ini.
Comments
Post a Comment