MEMBENTUK HABIT BAIK

            Kita pasti sering sekali mendengar kata ‘kebiasaan’, kebiasaan atau dalam bahasa inggris disebut sebagai habit adalah rutuinitas biasa yang dilakukan secara berulang-ulang dan bahkan cenderung dilakukan tanpa disadari. Habit terbagi atas dua, yaitu : habit baik dan habit buruk (Felix Y. Siauw : 2013). Habits mengambil peran yang sangat penting dalam kehidupan setiap manusia. Seseorang bisa sukses atau menjadi profesional karena adanya habits yang dibangun. Karakter seseorang pun dapat terlihat dari kebiasaan-kebiasaan yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam bukunya yang berjudul “How to master your habits”, Felix Y. Siauw mengungkapkan, adapun langkah menguasai habits adalah sebagai berikut :

1.     1. Menyadari bahwa segala hal yang kita lakukan sehari-hari adalah habits

2.      2. Menyadari bahwa habits adalah respons terhadap kondisi tertentu

3.  3. Memahami struktur habits yang mempengaruhi penilaian seseorang terhadap seseorang, yaitu: pemikiran -> tujuan -> tindakan -> kebiasaan ->kepribadian

4.    4. Menegaskan spiral of habits, habits menyerupai spiral yang tiada terputus, setiap pengulangan dari sebuah tindakan akan memperkuat repetisi.

5.    5. Menanamkan habits, habits yang baru pastinya akan sulit pada awalnya, namun setelah mengalami perulangan, semua akan solid dan menjadi habits.

Dalam membentuk habits yang baik, kita dapat menargetkan hal baik yang sederhana terlebih dahulu, misalnya, menulis satu halaman perhari, atau menghapal satu ayat perhari, selama itu dilakukan secara konsisten, maka nantinya akan menjadi habits. Lebih jelasnya sebagai berikut :

1.      1. Mulai dari yang kecil

2.      2. Tentukan ruang dan waktu untuk melaksanakan habits tersebut; misalnya, setelah salat.

3.      3. Teruslah berlatih dan konsisten.

Dalam beribadah pun, juga diterapkan habits yang baik, bagaimana kita bisa menjadikan ibadah-ibadah kita dilakukan seperti sebuah kebiasaan, ibadah wajib, maupun ibadah sunnah meskipun ibadah sunnah yang kita lakukan itu sedikit, tapi dilakukan dengan konsisten. Dalam hadist berikut :

“Amalan yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (H.R.Muslim)

“Sesungguhnya sebaik-baik amal adalah yang paling kontinu meski ia sedikit.” (HR. Ibnu Majah)

Comments

Popular posts from this blog

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN GENERASI 80-an, 90-an, DAN 2000-an

MENJAGA HUBUNGAN DI LINGKUNGAN KERJA

LAPORAN KEGIATAN STUDI TIRU