FENOMENA KOREAN WAVE DALAM MASYARAKAT INDONESIA
Apa itu korean wave? Menurut laman kedutaan
besar republik Korea untuk republik Indonesia, korean wave atau hallyu
atau “Gelombang Korea” adalah sebuah
istilah yang merujuk pada popularitas hiburan dan budaya Korea di Asia dan
daerah lain di dunia. Jika saat ini, kita bertanya kepada remaja perempuan
tentang ‘Siapakah idola mereka?’, dapat dipastikan nama yang mereka sebutkan
adalah salah satu aktor atau grup idola asal Korea Selatan, atau paling tidak
tiga idola teratas mereka adalah artis asal Korea Selatan. Mungkin ini bisa
menjadi sebuah ironi di tengah banyaknya kontroversi yang meliputi dunia
hiburan di negeri ginseng tersebut. Isu yang paling banyak beredar adalah
maraknya praktik operasi plastik yang diterapkan oleh para artis ataupun
selebrita Korea. Hal tersebut, sedikit banyak mempengaruhi standar kecantikan dan
ketampanan yang telah menjadi ideologi di masyarakat kita saat ini. Jika dulu
standar rupawan adalah orang Barat atau aktor dan aktris Amerika, dengan hidung
super mancung, maskulin, kulit putih, dan bertampang “bule”, kini image tampan bergeser ke wajah imut dan
tidak terlalu menekankan otot yang kekar, hal tersebut juga mempengaruhi gaya
berbusana dan berdandan para remaja milenial saat ini. Di hampir semua platform jual beli dalam jaringan,
menyediakan pakaian, aksesoris, ataupun perlengkapan make up bertema Korea.
Terkait topik
“demam Korea”, penulis sendiri adalah salah satu penggemar drama dan musik
bertema Korea, awalnya penulis hanya menggemari dorama Jepang dan film mandarin,
namun seiring berjalannya waktu, dan juga kejenuhan dengan sinema elektronik di
televisi, dan akhirnya melirik drama Korea, yang secara alur cerita lebih segar
dengan aktor tampan dan aktris yang cantik paripurna.
Terlepas dari
kehebohan banyaknya selebriti Korea yang mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh
diri, tentang para anggota grup idola yang difasilitasi dengan operasi plastik,
dan praktik prostitusi dalam industri musik maupun film yang menyeret pelaku
hiburan Korea, dengan semua hal tersebut, yang paling membuat salut adalah
tingkat persaingan yang tinggi yang memacu daya saing dan kreatifitas para
pebisnis dunia hiburan. Untuk mewujudkan semua hal tersebut, sudah jamak
agensi-agensi merekrut bakat-bakat muda yang baru berusia belasan tahun untuk
dilatih menjadi idol atau aktor, mereka dibekali pelatihan fisik dan disiplin
yang tinggi, pengaturan pola makan yang ketat, olah vokal, menari, akting, dan
juga kelas kepribadian. Meskipun tidak semua akan debut, namun kerja keras para
trainee patut diacungi jempol.
Tak dapat
dipungkiri, industri hiburan Korea memang sudah menjadi bagian dari kehidupan
kita sehari-hari, tak hanya itu, bidang lain, seperti kuliner juga tak luput
dari pengaruh budaya Korea, namun, sebagai orang Indonesia yang mayoritas
beragama Islam, tetap harus menjaga nilai-nilai keislaman, dengan tidak terlalu
mengelu-elukan budaya tersebut. Harapannya kita harus pandai memilih dan
memilah apa yang kita konsumsi dan tetap bisa menikmati hiburan yang disajikan
dengan batas wajar, selama tidak mengganggu aktifitas kita dalam beribadah dan
tidak memberikan efek negatif pada diri kita dan orang lain di sekitar kita.
Comments
Post a Comment