HALLYU DALAM MASYARAKAT INDONESIA
Apa itu hallyu/korean wave? Menurut laman kedutaan besar republik Korea untuk republik Indonesia, hallyu korean wave atau atau “Gelombang Korea” adalah sebuah istilah yang merujuk pada popularitas hiburan dan budaya Korea di Asia dan daerah lain di dunia. Jika saat ini, kita bertanya kepada remaja perempuan tentang ‘Siapakah idola mereka?’, dapat dipastikan nama yang mereka sebutkan adalah salah satu aktor atau grup idola asal Korea Selatan, atau paling tidak tiga idola teratas mereka adalah artis asal Korea Selatan. Mungkin ini bisa menjadi sebuah ironi di tengah banyaknya kontroversi yang meliputi dunia hiburan di negeri ginseng tersebut. Isu yang paling banyak beredar adalah maraknya praktik operasi plastik yang diterapkan oleh para artis ataupun selebrita Korea. Hal tersebut, sedikit banyak mempengaruhi standar kecantikan dan ketampanan yang telah menjadi ideologi di masyarakat kita saat ini. Jika dulu standar rupawan adalah orang Barat atau aktor dan aktris Amerika, dengan hidung super mancung, maskulin, kulit putih, dan bertampang “bule”, kini image tampan bergeser ke wajah imut dan tidak terlalu menekankan otot yang kekar, hal tersebut juga mempengaruhi gaya berbusana dan berdandan para remaja milenial saat ini. Di hampir semua platform jual beli dalam jaringan, menyediakan pakaian, aksesoris, ataupun perlengkapan make up bertema Korea.
Korean wave di Indonesia
sendiri ditandai dengan maraknya kemunculan
kuliner khas Korea, sinetron adaptasi cerita K-Drama, fashion khas Korea,
hingga tujuan wisata tempat pembuatan K-Drama. Drama
Endless Love yang ditayangkan pada tahun 2002 bisa dibilang menjadi awal penyebaran Korean Wave di
Indonesia. Terkait topik “demam Korea”, penulis sendiri adalah salah
satu penggemar drama dan musik bertema Korea, awalnya penulis hanya menggemari
dorama Jepang dan film mandarin, namun seiring berjalannya waktu, dan juga
kejenuhan dengan sinema elektronik di televisi, dan akhirnya melirik drama
Korea, yang secara alur cerita lebih segar dengan aktor tampan dan aktris yang
cantik paripurna.
Terlepas dari kehebohan banyaknya selebriti Korea yang
mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri, para anggota grup idola yang
difasilitasi dengan operasi plastik, dan praktik prostitusi dalam industri
musik maupun film yang menyeret pelaku hiburan Korea, dengan semua hal
tersebut, yang paling membuat salut adalah tingkat persaingan yang tinggi yang
memacu daya saing dan kreatifitas para pebisnis dunia hiburan. Untuk mewujudkan
semua hal tersebut, sudah jamak agensi-agensi merekrut bakat-bakat muda yang
baru berusia belasan tahun untuk dilatih menjadi idol atau aktor, mereka
dibekali pelatihan fisik dan disiplin yang tinggi, pengaturan pola makan yang
ketat, olah vokal, menari, akting, dan juga kelas kepribadian. Meskipun tidak
semua akan debut, namun kerja keras para trainee
patut diacungi jempol.
Tak dapat dipungkiri, industri hiburan Korea memang sudah
menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, tak hanya itu, bidang lain,
seperti kuliner juga tak luput dari pengaruh budaya Korea, namun, sebagai orang
Indonesia yang mayoritas beragama Islam, tetap harus menjaga nilai-nilai
keislaman, dengan tidak terlalu mengelu-elukan budaya tersebut. Harapannya kita
harus pandai memilih dan memilah apa yang kita konsumsi dan tetap bisa
menikmati hiburan yang disajikan dengan batas wajar, selama tidak mengganggu
aktifitas kita dalam beribadah dan tidak memberikan efek negatif pada diri kita
dan orang lain di sekitar kita.
Comments
Post a Comment