KOMITMEN DAN TOLERANSI DALAM PERNIKAHAN
Ketika mendengar kata komitmen, apa yang
anda pikirkan? Apakah Anda mengasosiasikannya
dengan sesuatu yang indah tanpa masalah atau kehidupan yang penuh tantangan dan
mengekang? Ataukah Anda bersikap antipati terhadap sebuah komitmen? Berkaitan
dengan pernikahan, kita ketahui bersama bahwa, saat akad nikah berlangsung,
terjadi komitmen di dalamnya, nah selanjutnya apa itu pernikahan? Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia, kata dasar ‘nikah’ n
ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan
ajaran agama. Pengertian pernikahan atau perkawinan seperti yang telah diatur
dalam pasal 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan bukan hanya
dipandang sebagai perbuatan hukum saja tetapi dipandang sebagai perbuatan
keagamaan. Dari sini, dapat kita simpulkan bahwa, dalam pernikahan dibutuhkan
dan diperlukan sebuah komitmen, karena dalam pandangan Islam pernikahan akan
dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat kelak.
Baru-baru ini sedang viral di media,
tentang perselingkuhan seorang selebriti yang dikenal sangat setia dan sedang
hijrah untuk mendalami agama. Kesetian dalam sebuah hubungan adalah kunci dari
kebahagian rumah tangga. Setiap rumah tangga memiliki cobaannya masing-masing.
Ada yang diuji dengan ketidakstabilan finansial, belum hadirnya keturunan,
hubungan yang tidak sehat dengan keluarga pasangan, atau bahkan pasangan yang
tidak setia. Kejadian yang kerap terjadi adalah perselingkuhan dengan rekan
kantor atau teman dalam suatu komunitas. Hal tersebut, tentu saja akan
menimbulkan keretakan dalam rumah tangga.
Dilansir
dari YourTango dalam jawapos.com, Rabu (3/6), menurut survei,
seseorang yang selingkuh kemungkinan besar berselingkuh dengan seorang teman,
rekan kerja, atau bahkan tetangga. Dan istri bahkan lebih mungkin berselingkuh
dengan seseorang di lingkaran dekat mereka. Meskipun hal tersebut sering terjadi,
namun bukan berarti kita tidak dapat mencegah atau menghindarinya.
Hal yang paling utama yang harus kita
pegang adalah bagaimana kita melaksanakan komitmen dalam pernikahan. Memang
butuh kesabaran dan kesadaran yang tinggi, namun hal inilah yang akan menjadi
pelindung kita dari keratakan rumah tangga. Selanjutnya, adanya toleransi antar
pasangan, kita harus pahami bahwa tidak ada manusia yang sempurna, semua pasti
ada kekurangannya masing-masing. Disitulah peran dari toleransi dibutuhkan.
Bagaimana kita mampu menerima kekurangan pasangan kita, dan membantunya untuk memperbaikinya
ke arah yang lebih baik.
Comments
Post a Comment