RESUME BUKU : STRAWBERRY GENERATION
Judul Buku : Strawberry Generation
Penulis : Rhenald Kasali Ph.D.
Tahun terbit : 2017
Penerbit : Mizan
Jumlah halaman : 280 halaman
Buku ini memiliki lima bagian, yaitu bagian pertama, berisi tentang mindset, bagian kedua berisi tentang parenting, bagian ketiga tentang moral, bagian keempat tentang entrepreneurship, bagian kelima tentang strawberry generation.
Bagian pertama dalam buku ini, mengajak kita untuk melihat dan mengamati pentingnya mindset, mindset sangat berperan dalam kesuksesan dan kegagalan seseorang di masa depan, mindset yang dimaksud disini yaitu, fixed mindset dan growth mindset. Orang-orang dengan fixed mindset adalah orang-orang yang cenderung sangat mementingkan ijazah dan gelar sekolah, sedangkan mereka yang growth mindset tetap menganggap dirinya “bodoh”. Bagi mereka, ijazah dan IPK hanya merupakan langkah kemarin. Indonesia membutuhkan orang-orang yang growth mindset. Yaitu orang-orang yang adaptif, bukan orang kaku yang merasa pintar sendiri. Mereka adalah orang-orang yang mau bertumbuh. Menurut Khasali (2017), ciri-ciri orang dengan growth mindset adalah mereka merasa kualitas kecerdasan mereka belum apa-apa, mereka masih mau belajar, siap menerima tantangan-tantangan baru, menganggap kerja keras penting, menerima feedback negative untuk melakukan koreksi, dan bila ada pihak yang lebih hebat darinya, mereka akan menjadikan orang itu sebagai tempat belajar.
Bagian kedua dalam buku ini, yaitu hi-tech and hi-touch parenting, orang tua dihadapkan pada kemajuan teknologi yang sangat pesat memungkinkan informasi masuk dengan mudah dan terbaru, kita harus bersiap pada perubahan tersebut dan tidak mudah meledak oleh informasi sepenggal yang menjadikan kita “bersumbu pendek”.
Orang tua harus membiasakan anak-anak dengan kesulitan, menyediakan tantangan, sehingga mereka bisa terlatih dalam mengatasi segala masalah, dan lebih mudah mengambil keputusan. Peran orang tua dalam pendidikan untuk remaja adalah memberi pertimbangan, bukan penentu keputusan. Menurut Khasali (2017), “Perjalanan hari ini membentuk anak-anak kita pada hari esok.”. “berikanlah kepercayaan dan tantangan agar mereka sukses seperti Anda. Sebab, rumput sekalipun. Kalua tidak terkena matahari, akan berubah menjadi tanah yang gundul”
Pada bagian ketiga, yaitu tentang memetik moral dari yang viral, kita dapat mengambil pelajaran dari kejadian ataupun peristiwa yang terjadi didunia nyata, maupun dunia maya. Kita bisa memahami apa, kenapa, dan bagaimana seseorang atau sekelompok orang, jika dihadapkan pada masalah yang sama, mereka dating dengan respon yang berbeda.
Dalam bagian ketiga ini pula kita dapat menemukan kisah para orang baik hati, yang dengan kebaikannya mengembalikan barang yang tertinggal dan mereka temukan di tempat kerja mereka.
Pada bagian keempat, yaitu bianglala entrepreneurship, dalam bagian ini kita dapat melihat bagaimana alam dapat menjadi guru terbaik dalam menciptakan orang-orang besar dan hebat, dan alam pun juga dapat menjadi guru yang terbaik untuk mengantarkan anak-anak kita menuju kesuksesan. Deepak Chopra dalam Khasali (2017) mengatakan, ““guru” baik yang berada di alam semesta itu memiliki keteraturan yang dia sebut sebagai the seven spiritual laws of success. Alam yang baik itu bergantung pada tujuh hal yang berasal dari kita : kejernihan pikiran, pemberian yang kita lakukan, hubungan yang harmonis, sebab-akibat (karma), niat utama dan tuntutan diri, pembebasan dari segala urusan masa lalu, serta darma (keinginan menghasilkan karya yang terbaik).
Pada bagian kelima atau terakhir, yaitu terkait strawberry generation, apa itu strawberry generation? Dari bentuk dan warnanya, stroberi itu menawan. Namun di sisi lain, dia rapuh. Kita tidak dapat membersihkannya dengan sikat gigi tanpa merusak bagian kulitnya. Itulah gambaran dari strawberry generation. Sebuah subset dari suatu generasi yang rapuh meski terlihat indah. Mereka mudah hancur dan sakit hati. Selain dari sisi negatifnya, kita dapat melihat kekuatan mereka, yaitu mereka kreatif, banyak gagasan, kritis, luwes dalam mengaitkan sesuatu hal. Untuk mengahadapi strawberry generation hal utama yang harus kita bangun adalah mental mereka lalu hardskill sesuai biadang ilmu mereka.
Comments
Post a Comment