INSTANT GRATIFICATION

 

Apakah anda pernah mendengar tentang kecenderungan generasi saat ini memiliki mental yang berbeda dengan generasi 80-an dan 90-an? Banyak yang menganggap bahwa generasi saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya, karena generasi sebelumnya ditempa lebih keras dalam hal kedisiplinan oleh orang tua terdahulu. Generasi 80-an dan 90-an terbiasa dengan pukulan dan bentakan yang mereka terima di sekolah maupun di rumah. Padahal, realitanya adalah pukulan dan bentakan yang mereka terima bukan faktor utama yang menjadikan mereka tangguh dan lebih mudah beradaptasi. Namun, yang paling berpengaruh dari karakter tersebut adalah peran dari teknologi yang belum sama seperti saat ini. Generasi 80-an dan 90-an terbiasa untuk menahan keinginan yaitu kebalikan dari instant gratification.

            Apa itu instant gratification? Oliviera dalam Viktoriya Sus (2023), Instant gratification is the temptation, and resulting tendency, to forego a future benefit to obtain a less rewarding but more immediate effect. Secara sederhana, instant gratification adalah keinginan atau hasrat untuk mendapatkan hal yang diinginkan dengan segera. Berbeda dengan generasi saat ini, generasi sebelumnya, telah terbiasa untuk menunda keinginan mereka, karena terlatih dan harus melalui hal tersebut, misalnya, saat mereka masih kanak-kanak, film kartun hanya diputar di hari minggu, sehingga mereka harus menunggu terlebih dahulu untuk dapat menonton kartun favoritnya. Contoh selanjutnya, ketika mereka ingin pergi ke suatu tempat, mereka harus menabung atau menunggu hingga liburan sekolah tiba, juga saat mereka ingin memakan sesuatu yang diinginkan dari iklan di televisi, mereka tidak dapat langsung menikmatinya, mereka harus menunggu sampai barang tersebut sudah tersedia di sekitar mereka Berbeda dengan generasi saat ini, dimana perkembangan teknologi informasi semakin pesat, mereka bisa dengan lebih mudah mengakses tempat liburan, tempat hiburan, dan restoran, atau pusat jajanan yang mereka sukai.

Terkait makna dari instant gratification yang merupakan keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang menyenangkan secara langsung, tanpa menunggu manfaat di masa depan. Hal ini adalah kecenderungan alami manusia, tetapi juga bisa menimbulkan masalah seperti menunda-nunda, menghambur-hamburkan uang, makan tidak sehat, dan kecanduan. Instant gratification juga bisa mengganggu tujuan dan kebahagiaan jangka panjang kita. Seperti yang disebutkan sebelumnya, instant gratification adalah lawan dari delayed gratification, yang adalah kemampuan untuk menolak godaan sekarang untuk mencapai imbalan yang lebih besar di masa depan. Delayed gratification membutuhkan kontrol diri, perencanaan, dan kesabaran, dan sering dikaitkan dengan hasil yang lebih baik dalam hidup, seperti kesuksesan akademik, kesehatan fisik, dan kesejahteraan emosional.

 

Namun, menunda gratifikasi tidak selalu mudah, terutama di dunia di mana kita terus-menerus diserang dengan rangsangan yang menarik indra dan emosi kita. Otak kita terprogram untuk mencari kesenangan dan menghindari rasa sakit, dan kadang-kadang kita mungkin bertindak impulsif tanpa mempertimbangkan akibat dari tindakan kita. Inilah sebabnya mengapa kita perlu menyadari faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan kita, seperti suasana hati, lingkungan, tujuan, dan nilai-nilai kita.

Adapun beberapa strategi yang bisa membantu kita mengatasi godaan instant gratification, yaitu:

- Berempati dengan diri kita di masa depan. Sebelum membuat keputusan antara instant dan delayed gratification, kita bisa mencoba membayangkan bagaimana perasaan kita di masa depan jika kita memilih satu opsi daripada yang lain. Kita juga bisa mengingatkan diri kita tentang manfaat jangka panjang dari pilihan yang lebih sulit.

- Membuat rencana dan batasan. Kita bisa membuat rencana yang jelas dan realistis untuk mencapai tujuan kita, dan menetapkan batasan untuk hal-hal yang bisa mengganggu atau menggoda kita. Misalnya, kita bisa menentukan waktu tertentu untuk menggunakan media sosial atau bermain game online, dan tidak melakukannya saat sedang belajar atau bekerja.

- Mencari dukungan dan motivasi. Kita bisa mencari orang-orang yang memiliki tujuan yang sama atau yang bisa memberi kita dorongan dan saran positif. Kita juga bisa memberi diri kita hadiah atau pujian setiap kali kita berhasil menyelesaikan tugas atau tantangan yang sulit.

- Mengubah persepsi dan sikap. Kita bisa mencoba melihat proses menuju tujuan kita sebagai sesuatu yang menyenangkan dan bermakna, bukan sebagai beban atau pengorbanan. Kita juga bisa mengubah cara kita berpikir tentang hal-hal yang menggoda kita, dari sesuatu yang harus dimiliki menjadi sesuatu yang bisa ditunda atau dihindari.

Instant gratification bukanlah sesuatu yang buruk selama kita bisa mengendalikannya dengan baik. Namun, jika kita terlalu sering memilih instant gratification daripada delayed gratification, kita mungkin akan melewatkan peluang dan potensi yang lebih besar di masa depan. Oleh karena itu, mari kita belajar untuk menyeimbangkan antara kepuasan sekarang dan manfaat yang akan diperoleh nanti.

Comments

Popular posts from this blog

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN GENERASI 80-an, 90-an, DAN 2000-an

MENJAGA HUBUNGAN DI LINGKUNGAN KERJA

LAPORAN KEGIATAN STUDI TIRU