METODE PEMBELAJARAN COOPERATIF LEARNING

 Dalam sebuah proses belajar mengajar, guru dituntut agar senantiasa memberikan metode dan model yang sesuai dengan materi pembelajaran dan karakteristik siswa. Namun, tak jarang guru kesulitan untuk menentukan metode yang tepat untuk digunakan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk membangun sikap gotong royong dan kerja sama kelompok adalah cooperative learning. Apa itu cooperative learning? Azis dalam Putra (2020), model pembelajaran yang dimana siswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mengerjakan suatu tugas tertentu. Slavin dalam Putra (2020), mengemukakan bahwa model pembelajaran kooperatif memiliki lima prinsip, lima unsur dan beberapa ciri dalam pembelajaran. Proses pembelajaran kooperatif, itu melibatkan proses pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah, serta proses berbagi informasi yang relevan dan keahlian dengan orang lain (Huang dalam Putra (2020)).

Jika dilihat sekilas, model cooperative learning hampir sama dengan model collaborative learning, hanya saja perbedaannya terletak pada peran guru yang berbeda. Jika pada collaborative learning guru mengambil peran lebih banyak, sebaliknya pada cooperative learning, pembelajaran akan berpusat pada siswa.

            Selanjutnya, apa saja kelebihan dari model cooperative learning. Karli dan Yuliariatiningsih (2002: 72) mengemukakan kelebihan model pembelajaran kooperatif, yaitu:

Ø  Dapat melibatkan siswa secara aktif dalam mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya dalam suasana belajar mengajar yang bersifat terbuka dan demokratis.

Ø  Dapat mengembangkan aktualisasi berbagai potensi diri yang telah dimiliki oleh siswa.

Ø  Dapat mengembangkan dan melatih berbagai sikap, nilai, dan keterampilan-keterampilan sosial untuk diterapkan dalam kehidupan di masyarakat.

Ø  siswa tidak hanya sebagai obyek belajar melainkan juga sebagai subyek belajar karena siswa dapat menjadi tutor sebaya bagi siswa lainnya.

Ø  siswa dilatih untuk bekerjasama, karena bukan materi saja yang dipelajari tetapi juga tuntutan untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal bagi kesuksesan kelompoknya.

Ø  Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar memperoleh dan memahami pengetahuan yang dibutuhkan secara langsung, sehingga apa yang dipelajarinya lebih bermakna bagi dirinya.

Dari kelebihan yang disebutkan di atas, maka model pembelajaran cooperative learning, dapat merangsang motivasi belajar siswa, dan memberikan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi diri, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menghargai dinamika kelompok, yang tentu saja menjadi inti dalam pembelajaran tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN GENERASI 80-an, 90-an, DAN 2000-an

MENJAGA HUBUNGAN DI LINGKUNGAN KERJA

LAPORAN KEGIATAN STUDI TIRU