BEST PRACTICE PRAKTIK PEMBELAJARAN BAHASA PERANCIS MODEL PROBLEM-BASED LEARNING MATERI “LA DESCRIPTION PHYSIQUE ET CARACTÈRE”

 PENDAHULUAN

            Pelaksanaan PPL bertempat di SMAS Islam Athirah Bukit Baruga yang dilakukan sebanyak empat kali pertemuan dalam 2 siklus, yaitu pada tanggal 13 Oktober, 18 Oktober, 15 November, dan 16 November 2023.

SMAS Islam Athirah Bukit Baruga adalah salah satu unit sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Hadji Kalla dan Yayasan Kalla Group. Sekolah Islam Athirah berada di empat lokasi, yaitu Kompleks Sekolah Islam Athirah Pusat di jalan Kajaolalido no.22, Makassar, kompleks Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga di jalan raya Bukit Baruga, no. 26, Makassar, TK-SD Athirah Racing, di jalan Racing Centre, Makassar, dan SMP-SMA Islam Athirah Bone di jalan poros panyula, Watampone, Kab. Bone.

            Dalam pelaksanaan Praktik Pembelajaran, adapun tingkatan yang digunakan adalah kelas X (sepuluh), dengan materi présenter quelqu’un untuk 2 kali pertemuan pada siklus 1, dan materi la description physique et caractère untuk 2 kali pertemuan pada siklus 2, dengan menggunakan modul ajar kurikulum merdeka.

PEMBAHASAN

Penyusunan Laporan Best Practice Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi)

Lokasi                                     : SMAS Islam Athirah Bukit Baruga

Lingkup Pendidikan               : SMA

Waktu                                      : Rabu, 15 November 2023

Tujuan yang ingin dicapai      : Melalui pembelajaran model problem-based learning siswa diharapkan mampu memahami kosa kata dan memahami teks secara umum atau rinci terkait la description physique, dengan mencocokkan deskripsi sesuai gambar, dan menggambarkan tokoh sesuai deskripsi dengan tepat.

 

Situasi

 

Kemampuan literasi adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa dalam memahami materi. Adapun kondisi yang sering dihadapi dalam pembelajaran, yaitu kemampuan literasi siswa masih kurang, rendahnya minat baca siswa, kurangnya rasa ingin tahu siswa, motivasi belajar rendah, dan model pembelajaran yang tidak inovatif, hal ini tampak pada seringnya siswa bertanya langsung kepada guru untuk menerjemahkan sebuah kata, kosakata yang dimiliki siswa masih kurang, siswa lebih sering menyontek dalam mengerjakan tugas terkait bacaan. Dalam hal ini, guru diharapkan mampu untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran yang dapat mengoptimalkan kemampuan literasi siswa berdasarkan analisis penyebab masalah tersebut.

 

Tantangan

 

Tantangan yang dihadapi adalah menumbuhkan rasa ingin tahu siswa dalam memahami sebuah bacaan sederhana, memotivasi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreatifitas yang dimiliki, membangun kepercayaan diri siswa untuk dapat berbicara ataupun membaca, kemampuan guru untuk dapat memanfaatkan aplikasi pembelajaran yang menunjang efektifitas pembelajaran. Guru dan siswa dapat saling berkontribusi dalam mencapai tujuan pembelajaran, partisipasi orang tua diperlukan untuk dapat memfasilitasi kebutuhan literasi siswa di rumah, serta sarana dan prasarana sekolah yang mendukung keterampilan literasi siswa di sekolah.

 

Aksi

 

Hal pertama yang dilakukan adalah dengan melakukan tes diagnostik di awal pembelajaran untuk memahami gaya belajar peserta didik dan memudahkan dalam menyusun pembelajaran berdiferensiasi. Guru menyesuaikan karakter peserta didik yang mayoritas gaya belajarnya adalah visual kinestetik dengan materi yang akan diajarkan dan model yang digunakan. Terkait materi yang dipelajari adalah la description physique et caractère dengan model problem-based learning diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi, menumbuhkan rasa ingin tahu, menunjukkan kreatifitas dan kemandirian, serta meningkatkan motivasi belajar dengan kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran, yaitu menyesuaikan gambar dengan deskripsi dalam bentuk teks sederhana, selanjutnya menggambarkan ciri fisik seseorang sesuai dengan deskripsi fisik yang disajikan pada LKPD, yang kemudian dipresentasikan di depan kelas secara bergantian

 

Refleksi

 

Setelah melakukan proses belajar mengajar, siswa diminta untuk memberikan umpan balik secara lisan dan tulis. Dari hasil refleksi, siswa merasa senang dengan model dan metode pembelajaran yang digunakan, siswa dapat mengambil manfaat dari materi la description physique et caractère terkait menjelaskan ciri-ciri rinci dari seseorang dengan jelas. Siswa dapat menuangkan kreatifitas dengan gambar yang dibuat, siswa dapat memahami materi dengan lebih baik karena disajikan dalam bentuk gambar dan teks, siswa dapat melatih kemampuan memahami teks dengan langsung menyesuaikan gambar yang dilihat, model pembelajaran dinilai efektif dan sesuai dengan kondisi peserta didik.

 

 

KESIMPULAN

Melalui pembelajaran model problem-based learning pada materi la description physique et caractère dengan melakukan tes diagnostik awal terkait gaya belajar siswa, dan strategi pembelajaran menggunakan gambar dan teks sederhana, dan memperhatikan respon dan umpan balik dari siswa, maka dapat disimpulkan bahwa hal tersebut efektif untuk meningkatkan literasi siswa.

 

DAFTAR PUSTAKA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2023. Platform Merdeka Mengajar. Diakses 05 Oktober 2023 dari Perangkat Ajar (kemdikbud.go.id)

Bertema.com Sintaks Model Problem Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran (bertema.com). Diakses Oktober 2023.

Comments

Popular posts from this blog

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN GENERASI 80-an, 90-an, DAN 2000-an

MENJAGA HUBUNGAN DI LINGKUNGAN KERJA

LAPORAN KEGIATAN STUDI TIRU