BURNOUT
Salah satu hal mendasar yang dimiliki manusia adalah
perasaan dan emosi, hal tersebut yang menjadikan kita berbeda dengan makhluk
hidup lainnya. Sebagai seorang manusia sudah sewajarnya kita mengalami berbagai
macam emosi yang bergejolak dalam diri kita masing-masing, ketika ada hal yang
terjadi dalam kehidupan kita. Tak jarang emosi yang tidak terkontrol dan tidak
terkelola dengan baik akan menjadi stres, dan suatu saat akan berpengaruh
terhadap aktivitas kita sehari-hari. Salah satu dari dari dampak stres adalah
terjadinya burnout.
Dalam bahasa Indonesia, istilah burnout sering
dimaknai sebagai kelelahan mental, kelelahan kerja, atau tumpas tenaga. Istilah
ini digunakan untuk menggambarkan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan
mental yang disebabkan oleh stres berkepanjangan atau tuntutan yang berlebihan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), burnout
adalah sindrom yang dihasilkan dari stres kronis di tempat kerja yang belum
berhasil dikelola. Selain itu, Burnout diartikan sebagai kondisi
kelelahan emosional, mental, dan fisik yang disebabkan oleh stres
berkepanjangan atau berulang. Kondisi ini sering kali terkait dengan pekerjaan,
tetapi juga dapat muncul dalam aspek kehidupan lain seperti pengasuhan anak,
perawatan, atau hubungan romantis¹.
Burnout ditandai dengan tiga dimensi utama:
1.
Merasa kelelahan : Merasa lelah secara fisik dan mental, bahkan untuk melakukan
tugas-tugas sederhana.
2.
Adanya sinisme : Mengembangkan sikap negatif atau sinis terhadap pekerjaan atau
orang lain.
3.
Mengalami penurunan kinerja : Merasa kurang mampu dalam menjalankan tugas-tugas
pekerjaan.
Lalu, dengan demikian, apa saja hal
yang menjadi penyebab dari burnout?, Dilansir dari psychology today Berikut
ini adalah penyebabnya, yaitu:
-
Beban kerja yang berlebihan: Terlalu banyak tugas atau tanggung jawab yang
harus diselesaikan.
-
Kurangnya kontrol : Tidak memiliki kendali atas bagaimana pekerjaan dilakukan.
-
Kurangnya Dukungan : Tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari rekan kerja
atau atasan, dukungan mental, fisik, ataupun moral.
Adapun cara untuk mengatasi burnout adalah :
1.
Istirahat : Mengambil waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri.
2.
Bicara dengan orang lain : Mendiskusikan perasaan dan masalah dengan teman,
keluarga, atau profesional.
3.
Menetapkan batasan : Membuat batasan yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
4.
Cari makna dalam pekerjaan : Mencari aspek pekerjaan yang memberikan rasa
tujuan dan kepuasan.
5.
Beribadah : Mendekatkan diri kepada sang pencipta akan memberi dampak emosional
yang mendalam.
Burnout
adalah masalah serius yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.
Penting untuk mengenali tanda-tandanya dan mengambil langkah-langkah untuk
mengatasinya sebelum menjadi lebih parah.
Comments
Post a Comment