KOMITMEN DALAM PERNIKAHAN
Ketika mendengar kata komitmen dalam pernikahan, apa
yang Anda pikirkan? Apakah Anda mengasosiasikannya
dengan sesuatu yang indah tanpa masalah atau kehidupan yang penuh tantangan dan
mengekang? Ataukah Anda bersikap antipati terhadap sebuah komitmen? Berkaitan
dengan pernikahan, kita ketahui bersama bahwa, saat akad nikah berlangsung,
terjadi komitmen di dalamnya, nah selanjutnya apa itu pernikahan? Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia, kata dasar ‘nikah’ n
ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan
ajaran agama. Pengertian pernikahan atau perkawinan seperti yang telah diatur
dalam pasal 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan bukan hanya
dipandang sebagai perbuatan hukum saja tetapi dipandang sebagai perbuatan
keagamaan. Dari sini, dapat kita simpulkan bahwa, dalam pernikahan dibutuhkan
dan diperlukan sebuah komitmen, karena dalam pandangan Islam pernikahan akan
dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat kelak.
Selanjutnya, apa itu komitmen? Dalam artikel kitapunya.net,
(28/08/2023), arti komitmen secara umum adalah kondisi di mana terjadinya
sebuah perjanjian antara seseorang yang mengakibatkan keterikatan.
Berbicara tentang komitmen dalam pernikahan, tak
jarang kita temui di media berita-berita tentang perselingkuhan yang marak dilakukan
baik dikalangan selebriti, maupun non selebriti, yang pernah viral yaitu
tentang perselingkuhan seorang selebriti yang dikenal sangat setia dan sedang
hijrah untuk mendalami agama. Kesetiaan dalam sebuah hubungan adalah kunci dari
kebahagiaan rumah tangga. Setiap rumah tangga memiliki cobaan dan ujiannya
masing-masing. Ada yang diuji dengan ketidakstabilan finansial, belum hadirnya
keturunan, hubungan yang tidak sehat dengan keluarga pasangan, atau bahkan
pasangan yang tidak setia. Kejadian yang kerap terjadi adalah perselingkuhan
dengan rekan kantor atau teman dalam suatu komunitas. Hal tersebut, tentu saja
akan menimbulkan keretakan dalam rumah tangga.
Dilansir
dari YourTango dalam jawapos.com, Rabu (3/6), menurut survei,
seseorang yang selingkuh kemungkinan besar berselingkuh dengan seorang teman,
rekan kerja, atau bahkan tetangga. Dan istri bahkan lebih mungkin berselingkuh
dengan seseorang di lingkaran dekat mereka. Meskipun hal
tersebut sering terjadi, namun bukan berarti kita tidak dapat mencegah atau
menghindarinya.
Hal yang paling utama yang harus kita pegang adalah
bagaimana kita melaksanakan komitmen dalam pernikahan. Dan tentunya diiringi
dengan komunikasi yang baik. Memang butuh kesabaran dan kesadaran yang tinggi,
namun hal inilah yang akan menjadi pelindung kita dari keretakan rumah tangga.
Selanjutnya, adanya toleransi antar pasangan, kita harus paham bahwa tidak ada
manusia yang sempurna, semua pasti ada kekurangannya masing-masing. Di sinilah
peran dari toleransi dibutuhkan. Bagaimana kita mampu menerima kekurangan
pasangan kita, dan membantunya untuk memperbaikinya ke arah yang lebih baik.
Comments
Post a Comment