How to respect Myself

 

Judul Buku                  : How to respect Myself

Nama Penulis             : Yoon Hong Gyun

Penerbit                       : Transmedia

Tahun Terbit               : 2021

Jumlah halaman          : 342

Isi buku :

Buku ini merupakan salah satu buku pengembangan diri yang terlaris di Korea Selatan, dan ditulis oleh seorang psikiater. Buku ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Buku ini terbagi dalam 7 bab dan menyajikan 24 latihan praktis untuk meningkatkan harga diri. Dalam bab 1 terkait harga diri, dalam bab ini, penulis mengenalkan tiga pilar harga diri; kebermanfaatan diri, kontrol diri, dan rasa aman, serta menekankan bahwa harga diri adalah bentuk cinta terhadap diri sendiri. Bab 2 dan 3 terkait hubungan dan percintaan, bagaimana hubungan romantis dan perpisahan memengaruhi kepercayaan diri, sehingga penting bagi diri kita untuk menjadi sahabat terbaik bagi diri sendiri. Bab 4 dan 5, membahas emosi dan luka batin, termasuk cara mengenali dan mengelola emosi, seperti rasa malu, kecewa, dan rendah diri, dan bagaimana strategi kita untuk berdamai dengan masa lalu dan orang lain. Dalam bab 6 hingga 7, kita diajak untuk praktik dalam hal meningkatkan harga diri. Seperti latihan menulis, afirmasi diri, dan refleksi harian.

Adapun pesan utama dalam buku ini adalah bagaimana kita bisa mencintai diri sendiri tanpa syarat adalah langkah pertama menuju kebahagiaan. Kita adalah satu-satunya orang yang selalu ada untuk diri kita sendiri. Dan terkait harga diri, harga diri bukan ditentukan oleh pengakuan orang lain, tapi oleh bagaimana kita memandang dan memperlakukan diri sendiri.

Buku ini dapat menjadi rujukan bagi kita yang sedang mengalami rasa rendah diri dan kurang percaya diri. Selain itu, buku ini ditulis dalam bentuk lembar kerja interaktif yang bisa langsung kita praktikkan. Namun, perlu upaya untuk memahami instruksi dari lembar kerja tersebut.

Adapun kutipan berkesan yang terdapat dalam buku ini yaitu :

“Kita bisa berbahagia tanpa perhatian orang lain”

Kutipan yang singkat ini menjadi pengingat bagi kita, bahwa kebahagiaan sejati hanya datang dari diri kita sendiri, dari pola pikir yang kita miliki. Sebab, tidak peduli seberapa kaya, seberapa sukses, atau seberapa hebat diri kita, jika kita tidak memiliki harga diri yang tinggi dan tidak pernah puas atas apa yang kita miliki, maka semua hal itu akan menjadi sia-sia.

Comments

Popular posts from this blog

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN GENERASI 80-an, 90-an, DAN 2000-an

MENJAGA HUBUNGAN DI LINGKUNGAN KERJA

LAPORAN KEGIATAN STUDI TIRU